Banyak Rakyat AS Menjadi Atheis

4 04 2008

Rakyat Amerika semakin meninggalkan agama. Itulah kesimpulan dari hasil kajian lembaga Religious Landscape Survey yang dikeluarkan baru-baru ini.

 

Hasil kajian menunjukkan terjadi perubahan yang sangat cepat di kalangan masyarakat AS berusia 18 tahun ke atas berhubung dengan afiliasi agama mereka kerana semakin banyak yang memilih untuk tidak beragama ataupun tidak mahu dirinya dilihat sebagai pemeluk agama tertentu.

 

“Lebih satu per empat daripada kalangan usia dewasa atau sekitar 28 peratus memilih meninggalkan agama meskipun mereka dibesarkan di tengah-tengah persekitaran masyarakat yang memeluk keyakinan tertentu, ataupun mereka tidak memeluk salah satu agama pun, ” demikian laporan Religious Landscape Survey.

 

Tinjauan yang dilakukan oleh Pew Forum on Religion and Public Life ini merupakan kajian tentang afiliasi agama masyarakat AS yang baru pertama kali dilakukan, melibatkan 35.000 responden warga AS berusia 18 tahun ke atas. Dari hasil kajian juga menemukan fakta bahawa setiap kelompok agama secara konstan kehilangan pemeluknya kerana mereka berpindah ke agama lain. Misalnya, Kristiann ke Islam, Protestan ke Judaisme atau dari Ortodoks ke Katolik.

 

Dari kelompok agama itu, agama Katolik yang paling banyak ditinggalkan pemeluknya. Disebutkan, hampir satu dari tiga orang Amerika (31%) dibesarkan di tengah keluarga penganut Katolik. Tapi saat ini kurang dari 24 % atau satu dari empat orang Amerika yang menyatakan berafiliasi ke agama Katolik.

 

Menurut data CIA Fact Book, dari 301 juta jumlah penduduk AS, 52 % adalah penganut Protestan, 24 % penganut Katolik Roma, 2 % Mormon, `satu % penganut agama Yahudi dan satu % Muslim. Penganut kepercayaan lainnya 10 % dan 10 % lagi menyatakan tidak beragama.

 

Salah seorang warga AS, imigran dari Vietnam Anh Khochareun adalah salah seorang yang sekarang memilih atheis. Dulu Anh memeluk agama Buddha, lalu pindah ke agama Katolik ketika berpindah ke AS dan sekarang dia dan suaminya mengaku sebagai atheis.

 

Fred Kurth, pesaraahli teknik pesawat ruang angkasa, dulunya adalah penganut Evangelis, kemudian menganut kepercayaan Unitarian Universalism, dan sekarang menjadi seorang Muslim setelah menikah dengan isterinya yang berasal dari Morocco.

Menurut Kurth yang kini memakai nama Ibrahim, ia melakukan “pencarian jiwa” sebelum akhirnya memutuskan memeluk agama Islam. Ibrahim Kurth sekarang selalu membawa sejadah dalam keretanya dan solat berjamaah setiap hari di masjid berhampiran rumahnya di Frederickburg, Virginia. (ln/iol)

sumber


Actions

Information

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: