Ahli Politik SWISS Anti-Islam Memeluk Islam!

5 02 2010

Daniel Streich, ahli politik Swiss, yang terkenal kerana kempen menentang pembinaan masjid di negaranya, tanpa disangka-sangka memeluk agama Islam.

Streich merupakan seorang politikus terkenal, dan dia adalah orang pertama yang mencetuskan perihal larangan kubah masjid, dan bahkan mempunyai idea untuk menutup masjid-masjid di Swiss. Dia berasal dari Parti Rakyat Swiss (SVP). Pengumuman kesaksian Streich ke agama Islam membuat heboh seluruh Switzerland.

Streich mempropagandakan anti-gerakan Islam begitu meluas ke seantero negeri. Dia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemuhan bagi umat Islam di negara itu, dan membuka jalan bagi opini publik terhadap mimbar dan kubah masjid.

Tapi sekarang Streich telah menjadi seorang pemeluk Islam. Tanpa diduganya sama sekali, pemikiran anti-Islam yang akhirnya membawanya begitu dekat dengan agama ini. Streich bahkan sekarang mempunyai keinginan untuk membangun masjid yang paling indah di Eropah di Switzerland.

Yang paling menarik dalam hal ini adalah bahawa pada saat ini ada empat masjid di Swiss dan Streich ingin membuat masjid yang kelima. Dia mengakui ingin mencari “pengampunan dosanya” yang telah meracuni Islam. Sekarang adalah fakta bahawa larangan kubah masjid telah memperoleh status undang-undang.

Abdul Majid Aldai, presiden OPI, sebuah LSM, bekerja untuk kesejahteraan Muslim, mengatakan bahwa orang Eropah sebenarnya memiliki keinginan yang besar untuk mengetahui tentang Islam. Beberapa dari mereka ingin tahu tentang hubungan antara Islam dan terorisme; sama halnya dengan Streich. Ceritanya, ternyata selama konfrontasi, Streich mempelajari Alquran dan mulai memahami Islam.

Streich adalah seorang anggota penting Partai Rakyat Swiss (SVP). Dia mempunyai posisi penting dan pengaruhnya menentukan tindakan parti. Selain petisyennya tentang kubah masjid itu, dia juga pernah memenangkan militer di Swiss Army kerana popularitinya.

Lahir di sebuah keluarga Kristian, Streich melakukan studi komprehensif Islam semata-mata untuk memfitnah Islam, tapi ajaran Islam memiliki dampak yang mendalam pada dirinya. Akhirnya dia malah antipati terhadap pemikirannya sendiri dan dari kegiatan politiknya, dan dia memeluk Islam. Streich sendiri kemudian disebut oleh SVO sebagai syaitan.

Dulu, dia mengatakan bahwa dia sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan sering pergi ke gereja, tapi sekarang dia membaca Alquran dan melakukan solat lima waktu setiap hari. Dia membatalkan keanggotaannya di parti dan membuat pernyataan publik tentang keIslamannya. Streich mengatakan dia telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam, yang tidak dapat dia temukan dalam agama sebelumnya. (sa/iol)

sumber





Pentagon Izinkan Homo dan Lesbian dalam Tentera AS

5 02 2010

Militer AS akan melonggarkan syarat-syarat perekrutan calon-calon askarnya, terutama yang melarang seorang homoseks atau lesbian menyertai tentera.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Staff Gabungan Angkatan Bersenjata AS, Laksamana Mike Mullen dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Militer Kongres AS. Mulen menyatakan merasa terganggu dengan tindakan yang melarang personel militer untuk merahsiakan orientasi seksnya. Langkah ini membuat anak-anak muda baik laki-laki dan perempuan yang ingin menjadi personel militer, berbohong soal orientasi seksnya.

“Buat saya, ini mengganggu integriti mereka sebagai individu dan integriti kita sebagai institusi,” kata Mullen.

Menteri Pertahanan AS, Robert Gates yang juga hadir dalam rapat menambahkan bahawa selama setahun Pentagon melakukan pengkajian untuk melonggarkan persyaratan terkait orientasi seks para personel militer. “Pencabutan persyaratan itu akan menjadi perubahan besar dalam hal tindakan terkait personel militer sejak pemerintahan Presiden Harry Truman tahun 1948 yang memerintahkan integrasi dalam tubuh militer,” kata Gates.

Anggota Komisi Militer Kongres AS berbeza pendapat menanggapi keterangan dua pegawai militer AS itu. Senator dari Parti Republik, John McCain menyatakan “sangat kecewa” dengan keputusan Pentagon itu.McCain yang mantan perajurit Angkatan Laut AS, mengisyaratkan ketidaksetujannya jika peraturan itu dilonggarkan. Kalangan Republikan lainnya yang sependapat dengan McCain mengingatkan agar militer AS tidak melakukan perubahan peraturan secara mendadak dengan alasan AS masih menghadapi dua peperangan di Iraq dan Afghanistan serta masih menghadapi ancaman terorisme.

Berbeza dengan Republikan, senator dari Parti Demokrat menyatakan akan mendukung tindakan Pentagon yang akan memberikan keleluasaan bagi personel militer untuk menunjukkan orientasi seksnya. Sikap mereka sejalan dengan Presiden AS Barack Obama yang menyerukan agar soal orientasi seks personel militer yang diberlakukan sejak tahun 1993 dibatalkan.

Langkah baru Pentagon ini menjadi angin segar bagi kaum homoseks dan lesbian di AS. Dan Choi, seorang veteran perang Iraq dan sekarang menjadi aktivis bagi kaum homoseks mengatakan dia tidak puas dengan peraturan lama Pentagon kerana ia terancam dipecat dari kemiliteran setelah dia mengakui bahwa dirinya seorang homoseks.

“Askar-askar yang orientasi seksnya senang dengan sesama jenis harus berbohong tentang siapa diri mereka sebenarnya,” kata Choi yang mendesak Pentagon dan presiden AS untuk menggunakan autoriti mereka untuk membatalkan peraturan itu.

Data Pentagon menunjukkan, pada tahun 2009 sekitar 428 personel militer dipecat kerana secara terbuka mengaku sebagai homoseks. Jumlah itu menurun dibandingkan tahun 2008. Pada tahun itu, Pentagon memecat 619 personelnya kerana mengaku homoseks. Secara keseluruhan, lebih dari 10.900 personel AS dipecat atas dasar peraturan tahun 1993 itu. (ln/aljz)

sumber





Chechnya – Ribuan Pesakit Sembuh dengan Al-Quran

5 02 2010

http://satuumat.blogspot.com/2010/02/chechnya-ribuan-orang-sembuh-kerana-al.html

Benarlah firman Allah dalam Al-Quran yang menyatakan bahawa Al-Quran itu adalah “Syifa” atau ubat, bukan hanya ubat bagi rohani yang kering tapi jugaboleh menjadi ubat bagi penyakit kesihatan, dan hal ini sudah banyak dibuktikan termasuk di negara Chechnya.

Ribuan pesakit telah berhasil diubati dan disembuhkan dengan pembacaan Al-Quran secara sendirian di sebuah klinik gpercuma di Chechnya Grozny, kata sebuah pernyataan pada laman presiden Chechnya pada hari Rabu lalu (3/2).

“Sejak hari pembukaan pertama kali, klinik gpercuma di Islamic Center di Chenchnya telah memiliki dan melayani lebih dari 60,000 pesakit. Kebanyakan dari mereka yang mengunjungi klinik percuma di Islamic Center untuk merekoveri kesihatan mereka.

Klinik percuma ini membantu mereka untuk mendapatkan pengubatan yang lebih baik dengan cara non-tradisional – iaitu, dengan membaca Alquran,” kata pernyataan tersebut.

Bahkan Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov ikut ambil bahagian dalam perayaan pembukaan klinik percuma tersebut pada hari Selasa yang lalu untuk menandai ulang tahun pertama Islamic center Chenchnya. Presiden Ramzan Kadyrov mendapatkan presentasi dari pimpinan Islamic Center Daud Selmurzayev, dan Akhmad Kadyrov, pimpinan tertinggi muslim Republik Chechnya.

“Islamic Center telah sangat popular tidak hanya bagi penduduk republik Chenchnya, tetapi juga bagi umat Islam dari wilayah Rusia lainnya dan negara-negara CIS,” kata Kadyrov.(fq/rian)





Arkib OKTOBER 2009

5 02 2010




Fadhil Ho Abdullah Berkahwin

28 10 2009

PASANGAN pengantin menghidangkan teh kepada kakak sulung Fadil, Fong Lai Peng, 50, sebagai tanda penghormatan mengikut adat kaum Cina pada majlis persandingan di Taman Mahkota Perdana, Kuantan, Pahang, semalam.


 

Biarpun berbeza adat dan budaya, ia tidak menghalang Mardiana Abdul Wabah, 32, dan Fadil Ho Abdullah, 46, yang berketurunan Cina memeterai perjanjian cinta mereka dengan ikatan perkahwinan.

Fadil yang memeluk Islam tahun lepas, mengambil keputusan mendirikan rumah tangga dengan Mardiana setelah perhubungan mereka direstui oleh keluarga masing-masing.

Majlis perkahwinan mereka yang berlangsung di Taman Mahkota Perdana, Kuantan semalam diadakan penuh meriah dengan kehadiran sanak saudara kedua-dua pihak.

http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2008&dt=1124&pub=Utusan_Malaysia&sec=Muka_Hadapan&pg=mh_02.htm





Datuk Bandar AS Peluk Islam

28 10 2009

Ketika Jack Ellis menyatakan masuk Islam pada bulan Disember 2007, pemberitaannya menghiasi berbagai media massa AS dan sejumlah media massa internasional. Tak hairan jika keputusannya masuk Islam menjadi buah bibir, kerana pada saat itu Ellis masih memegang jawatan sebagai Datuk Bandar Macon, negara bahagian Georgia, AS.

Ellis yang pada asalnya menganut agama Kristian, hijrah menjadi seorang Muslim setelah bertahun-tahun mempelajari al-Quran. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dalam sebuah upacara kecil di Senegal, Afrika Barat. Setelah masuk Islam, Ellis mengurus status hukum perubahan namanya dari Jack Ellis menjadi Hakim Mansour Ellis. Ia tetap menggunakan nama keluarganya atas permintaan kedua puterinya.

Ellis pertama kali terpilih sebagai Datuk Banar Macon pada 14 Desemberr 1999 sampai tahun 2003. Ia kemudian terpilih kembali menjadi Datuk Bandar Macon dan menjabat sampai bulan Desember tahun 2007. Ellis adalah warga kulit hitam pertama yang terpilih sebagai Datuk Bandar Macon sepanjang 176 tahun sejarah kota itu.

“Saya kembali ke akar saya setelah bertahun-tahun melakukan perenungan,” kata Ellis saat ditanya mengapa ia memilih pindah ke agama Islam.

Ia melanjutkan, “Mengapa seseorang menganut Kristian? Anda melakukannya karena anda merasa melakukan hal yang benar … Buat saya, hal itu bukan persoalan besar. Tapi orang banyak ingin tahu apa yang Anda yakini.”

Ellis mengatakan, ia mempelajari al-Quran selama bertahun-tahun dan ia merasa menemukan tujuan hidupnya dalam Islam saat ia berkunjung ke Senegal, Afrika Barat. Menurut Ellis, nenek-nenek moyangnya sudah memeluk agama Islam sebelum mereka dibawa ke Amerika Utara sebagai hamba abdi oleh orang-orang Kristian.

Setelah menjadi seorang Muslim, ayah dari lima anak itu mulai membiasakan diri untuk menunaikan salat lima waktu dan secara rutin berkunjung ke Islamic Center di Bloomfield Road. Ellis mengaku bangga dengan kebebasan beragama di AS.

“Kami meyakini Rasulullah Muhammad saw sebagai Nabi terakhir, seperti kami meyakini Musa sebagai seorang Nabi,” ujar Ellis.

Hakim Mansour Ellis lahir tanggal 6 Januari 1946 di Macon. Ia mengantongi gelar sarjana di bidang seni dari St. Leo College di Florida. Ellis pernah bertugas di dinas kemiliteran AS selama dua tahun dan ikut dikirim ke Perang Vietnam dalam Divisi ke-101 Angkatan Udara AS dengan pangkat Sersan. Atas jasa-jasanya di kemiliteran, Ellis mendapatkan sejumlah penghargaan antara lain tiga penghargaan Bronze Star dan penghargaan Purple Heart.

Ellis mengaku merasa jiwanya merasa tentram dan damai setelah masuk Islam. Ellis juga merasa tidak perlu menyembunyikan keislamannya dari publik yang telah memilihnya sebagai Datuk Bandar Macon, walaupun keputusan memeluk Islam adalah keputusan yang sangat pribadi sifatnya,

“Ini adalah keputusan yang sangat personal, tapi saya juga memahami bahwa saya seorang publik figur. Sebagai walikota, saya pikir masyarakat berhak tahu apa yang saya yakin, dan sebagai orang yang beriman dan iman yang yakini sekarang adalan Islam,” jelas Ellis.

Selama menjabat sebagai Datuk Bandar Macon, Ellis dikenal sebagai sosok yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan kota itu. Ia menggunakan bantuan dari negara bagian dan Federal untuk membantu latihan kerja bagi anak-anak muda, membuat program pengarahan, penyuluhan, program usai sekolah dan program untuk mengurangi jumlah kriminalitas di kota itu.

“Saya tetap berbagi dengan keluarga besar saya, komuniti Macon yang mendukung saya ketika saya masih menjadi seorang Kristiani dan masih mempercayai saya hingga kini. Saya masih orang yang sama meski saya mengganti nama saya,” tukas Ellis. (ln/iol)

http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/jack-ellis-walikota-as-yang-masuk-islam.htm





Riba Runtuhkan Amerika- Bukti Kebenaran Islam

28 10 2009
Oleh MOHD. NAHAR MOHD. ARSHAD

KEDUDUKAN ekonomi Amerika Syarikat (AS) semakin buruk. Meskipun Washington cuba menutup kedudukan ekonominya, namun data dan fakta sudah lama melaungkan kegagalan ekonomi kapitalis itu.

Dengan kedudukan defisit akaun semasa yang terus pincang, hutang kerajaan yang menggunung, pengangguran yang tinggi, nilai hartanah dan portfolio yang merudum, rakyat AS melihat ekonomi kapitalis yang kononnya menjanjikan seribu satu impian bertukar menjadi ekonomi parasit meratah kekayaan yang ada.

Amerika Syarikat sebenarnya sudah ditelan lubang hitam krisis hutang yang parah, mungkin paling parah dalam sejarah kemanusiaan.

Pelbagai punca dicari bagi menjelaskan krisis yang berlaku. Namun, fakta sebenarnya ialah sistem ekonomi yang berpaksikan riba pasti akan hancur.

Melihat kepada krisis di AS, sesungguhnya benarlah firman Allah SWT dalam surah al-Baqarah ayat 276, “Allah susutkan riba dan mengembangkan sedekah”.

Semuanya berpunca daripada kaedah mengembangkan ekonomi dengan menggalakkan pemberian hutang dan hutang itu pula meningkat dari masa ke masa kerana adanya riba. Maka, si kaya yang menyimpan di bank khayal dengan janji kekayaan yang meningkat oleh riba. Di satu pihak lagi, si miskin yang berhutang terus miskin kerana hutang dan beban riba.

Institusi kewangan yang menjadi agen riba ibarat badut yang membaling bebola berwarna. Bebola tersebut ibarat produk-produk kewangan yang menarik. Tangan kanan badut ibarat si kaya dan tangan kirinya ibarat si miskin.

 

Kewangan

Kedua-duanya inginkan produk kewangan tersebut. Tepuk sorak penonton adalah upah buat si badut. Semakin banyak bebola di baling dan disambut, semakin kuatlah tepuk sorak penonton dan semakin ghairahlah si badut.

‘Pengembangan’ oleh riba bermakna semakin banyak dan pantaslah bebola berwarna yang perlu dibaling dan disambut oleh si badut. Sehingga ke satu tahap, pasti kesemua bebola akan terjatuh!

Pengibaratan di atas menjelaskan konteks modus operandi institusi kewangan masa kini. Hakikatnya, jumlah kekayaan ‘sebenar’ adalah terhad untuk satu masa tertentu. Namun, riba telah memperdayakan kita dengan ‘menggandakannya’ meskipun pada realitinya, gandaan dari riba itu sebenarnya tidak bernilai – ibarat buih.

Panik dalam sistem kewangan tercetus apabila si kaya cuba menterjemahkan kekayaan yang ada dalam nilai yang sebenar. Maksudnya, bukan kekayaan dalam bentuk jumlah pada helaian kertas atau angka yang tercatat.

Untuk memenuhi tuntutan si kaya, si miskin dikerah oleh institusi kewangan untuk membayar hutang termasuk dengan ribanya sekali. Malang kerana si miskin tidak mempunyai apa-apa untuk dipersembahkan. Maka, rumah, kereta dan apa sahaja milik si miskin dirampas oleh institusi kewangan untuk dinilai semula.

Tetapi, tidak ada sesiapa yang mampu dan ingin membeli harta-harta yang dirampas itu. Ini kerana si kaya sudah hilang yakin pada kekayaan yang dimilikinya, dan si miskin pula sudah jatuh papa. Pinjaman juga sukar untuk diperolehi di mana-mana. Lantaran, semakin merudumlah nilai harta-harta tersebut.

Maka tembelang modus operandi institusi kewangan pecah terbongkar. Institusi kewangan rupanya memberi pinjam berlipat kali ganda daripada jumlah aset yang ada. Ketidakseimbangan aset-liabiliti semakin membesar apabila impak riba diambil kira. Panik berlaku di mana-mana.

Apabila kerajaan AS cuba menyelamatkan institusi-institusi kewangannya dengan pakej AS$700 bilion, kerajaan itu juga sebenarnya sudah lama dihimpit beban hutang dan riba. Kelulusan pakej menyelamat itu dilihat melengkapkan episod terakhir kejatuhan AS sebagai kuasa ekonomi dunia

http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2008&dt=1007&pub=Utusan_Malaysia&sec=Rencana&pg=re_09.htm